Rumah Tangga Jarak Jauh Menurut Islam

Menikah merupakan tanda bersatunya laki-laki dan perempuan dalam ikatan yang suci dan sah di mata agama maupun hukum. Menikah bukan hanya sebatas menyatukan dua insan untuk bisa menjalani bahtera rumah tangga secara bersamaan saja. Namun ada satu hal yang harus ada pada pasangan yang sudah menikah yaitu ikatan batin antara suami dan istri. Mereka harus bisa menjalani suka dan duka rumah tangga secara bersama-sama, tidak hanya dilakukan sepihak saja. Salah satu masalah pernikahan yang dianggap biasa adalah ketika suami dan istri mengalami rumah tangga jarak jauh.

Solusi Untuk Rumah Tangga Jarak Jauh Menurut Islam

Sebenarnya di dalam islam menyatakan bahwa pernikahan akan bisa menjadi sakinah mawardah warahmah jika suami atau istri mencari nafkahnya di dekat rumah. Jadi, memang disarankan bagi yang sudah menikah untuk tinggal berdampingan agar mereka bisa saling menjaga, memberikan kenyaman dan menyayangi dengan mudah. Namun jika terpaksa harus menjalani rumah tangga jarak jauh pun juga terdapat ketentuannya yaitu suami boleh meninggalkan istri maksimal selama 4 bulan. Bagi pasangan yang mengalami rumah tangga jarak jauh, berikut akan diberikan solusi rumah tangga jarak jauh menurut islam.

  1. Memiliki Alasan yang Kuat

Mengijinkan pasangan untuk bekerja di luar kota tentunya sangat berat. Namun, jika suami atau istri memiliki alasan yang kuat dan saling meridhoi maka melakukan rumah tangga jarak jauh diperbolehkan. Namun, jika masih memungkinkan bekerja di kota asal maka sebaiknya memilih yang dekat dengan pasangan demi menjaga keutuhan rumah tangga.

  1. Ridha dengan Perginya Pasangan

Ketika hendak melakukan rumah tangga jarak jauh, hal yang harus diterapkan oleh pasangan adalah ridha. Perasaan ridha harus dilakukan oleh kedua belah pihak tidak bisa jika hanya satu pihak saja. Jika antara suami dan istri saling ridha maka tentunya dalam menjalani hubungan rumah tangga jarak jauh tidak ada masalah dan komunikasi pun tetap lancar. Namun, jika ada salah satu pihak yang merasa keberatan maka tentunya akan mengganggu keharmonisan rumah tangga di kemudian hari.

  1. Pergi Maksimal 4 Bulan

Batasan suami meninggalkan istri adalah maksimal 4 bulan. Jika lebih dari itu, maka si suami harus meminta persetujuan terlebih dahulu dari istri dengan catatan bahwa pekerjaan tersebut darurat dan tidak bisa ditinggalkan. Namun, jika tidak ada masalah atau rintangan apapun, maka suami yang meninggalkan istrinya lebih dari 4 bulan sudah dianggap melakukan “perbuatan yang kurang menyenangkan” pada istri.

  1. Seringlah Menengok Pasangan

Jika memang suami atau istri memiliki waktu kosong maka tidak ada salahnya untuk pulang ke rumah. Tidak perlu menunggu waktu yang telah ditentukan. Sebenarnya hal ini juga bisa dilakukan dengan fleksibel. Jadi, bila suami tidak bisa menengok istri maka tidak ada salahnya bila istrinya yang menengok suaminya.

  1. Berhati-hati Menggunakan Social Media

Sudah banyak kejadian hancurnya rumah tangga seseorang karena pasangan tersebut terlalu sering menggunakan sosial media. Hal ini tentunya rawan terjadi bagi suami istri yang melakukan rumah tangga jarak jauh. Maka, untuk menjaga keharmonisan rumah tangga sebisa mungkin mengontrol penggunaan sosial media.

Menjalani rumah tangga jarak jauh memang memiliki resiko yang tinggi. Namun, jika pasangan tersebut memiliki komitmen yang kuat maka keutuhan rumah tangga pun tetap akan terjaga. Kita hanya bisa berdoa memohon agar pernikahan tetap terlindungi dan langgeng.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *